Jalan-jalan ke Jepang

February kemarin, saya dan suami diberi kesempatan untuk berkunjung ke negeri matahari terbit ; Jepang. Perjalanan ini hanya butuh dua minggu untuk memenuhi segala persiapan yang kami butuhkan untuk bisa menginjakkan kaki di negara yang beratus mil jauhnya dari rumah kami. Perjalanan ini tergolong dadakan, tepat ketika saya dan suami memikirkan kita sebaiknya menghabiskan winter dimana. well, it was our first winter experience. Kenapa Jepang? Kebetulan saya punya teman yang sudah menetap lebih dari tujuh tahun di Jepang, yang sekiranya bisa menolong kami apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. hehehhee…

Sebelum berangkat, saya dan suami terlebih dahulu membuat paspor di Kantor Imigrasi Depok. Wah kenapa harus Depok? lagi-lagi karna kami punya teman yang bisa membantu kami menerbitkan passpor tersebut tanpa harus melewati birokrasi yang berbelit-belit. Setelah passpor kami di tangan, saya langsung issued tiket PP ke Jepang dengan maskapai Cathay Pasific yang transit Hong Kong dan Taipei (lumayan lah ya bisa nginjakin kaki sebentar hehehe)

passpor
yeay finally
DSC00701
Hongkong International Airport (HKIA)

Nah, drama mulai dari sini, dari pembelian tiket Cathay Pasific yang (sebenarnya ga) salah nama. Saya sebenarnya belum terima passpor pada saat saya meng-issued tiket PP tersebut via Traveloka. Kebetulan, saya menambahkan nama kakek saya di lembaran endorsement untuk keperluan visa umroh di kemudian hari. JFYI, untuk warna negara seperti saya yang hanya punya nama dengan dua suku kata, kita bisa mengisi lembaran permohonan di pihak Imigrasi setempat untuk ditambahkan nama belakang sesuai dengan nama marga atau nama kakek dari pihak bapak (kakek dari pihak mama tidak diperkenankan hehehe). Karna sudah terlanjur mengisi biodata di tiket dengan tiga suku kata sedangkan di lembaran pertama, nama yang muncul hanya dua kata ; maka galau lah saya. Saya akhirnya mengunjungi kantor Cathay Pasific di bilangan SCBD Sudirman untuk minta petunjuk dan urusan tiket ini berakhir dengan saya harus menambahkan senilai Rp. 700K  untuk menghilangkan nama belakang yang tertera di tiket.

 

whatsapp-image-2017-01-17-at-14-31-00
Kantor Customer Care Cathay Pasific di SCBD Sudirman.

Beberapa hari kemudian saya melengkapi surat-surat untuk persyaratan pembuatan visa Jepang. Sebenarnya saat ini untuk berkunjung ke Jepang, untuk pengguna e-passpor; cukup dengan melaporkan passpornya saja ke kedutaan Jepang maka pemilik passpor tidak perlu menyetorkan berbagai persyaratan seperti yang kami (pengguna passpor biasa) lakukan. Untuk informasi pembuatan visa nanti akan saya tulis secara terpisah.

Tiga hari kemudian, visa saya sudah bisa diambil dan alhamdulillah approved yeeaayyy… ehhehehee…

Beberapa hari sebelum berangkat saya dan suami ke Bandung dulu membeli beberapa pakaian hangat, ngecek kesana kemari huaaaa… ternyata mahal juga perlengkapan winter itu yaa huhuhuuhu…

Tibalah hari keberangkatan kami yeaayyy… saya sudah packing dari jauh jauh hari perlengkapan foto foto dan oleh-oleh buat teman saya yang di Jepang.

Sabtu 8 February 2017 pukul 05:00 kami bertolak menuju Hong Kong dengan pesawat Cathay Pasific Airbuss A-340-300 dengan durasi penerbangan 4jam50menit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s