Being Nomadic

Beberapa hari yang lalu, saya sempat bertanya ke suami ;

“yah, how it feels being nomadic?”

Yap, setelah menikah kami hidup berpindah-pindah. Kalau mau diingat-ingat, kami tidak pernah menetap di suatu tempat lebih dari dua tahun. Entah itu pindah rumah, pindah kantor atau pindah kota. As a beautiful jobless housewife (halah) saya ikut kemana pun suami pergi.

Sebelum menikah, saya pernah mendaftar di sebuah kampus swasta di Makassar untuk lanjut kuliah lagi. Entah kenapa saya hampir tidak pernah lolos dan lulus di kampus manapun itu di Makassar. Suami pun demikian, tidak pernah mujur memperoleh pekerjaan di kota kami dibesaarkan. Ditolak mentah-mentah oleh kota yang bagi kami sangat angkuh itu, justru melempar kami ke kota besar yang hampir semua orang menjadikan kota tersebut sebagai kota yang wajib dikunjungi di Indonesia, Bandung! And I Thank God for that… Alhamdulillah, Allah tidak pernah mengizinkan saya untuk tinggal di Makassar, tapi di kota yang jauh lebih bagus.

10 hari setelah menikah di tahun 2012, kami pindah ke Bandung. Menetap dan terdaftar secara legal sebagai penduduk Bandung. Berpindah dari kosan, ke kontrakan lalu ke rumah sendiri yang berhasil kami cicil di usia pernikahan kami kurang dari 2 tahun. Lalu pindah ke Jakarta di awal tahun 2016 dan sebentar lagi kami akan berpindah lagi ke kota sebelah ; Tangerang! hihiihihihiih…. That’s awesome, well… for me!

Saya tidak ingat berapa kali kami mengangkut barang karna berpindah hunian, tapi rasanya… memulai hal baru hampir setiap tahun sudah menjadi hal yang menyenangkan bagi kami. yaa…at least there’ll always a new things, every year.

Awalnya saya selalu berfikir “Anna, kamu jadiin diri kamu percobaan?” tapi seiring waktu berjalan… i think it’s fine, at least i try. I’ll never know how it feels, if i’m not trying.Β  Dan lalu… at the end, i said to my self “well, nice try Anna”

Saya selalu bersyukur untuk semua yang telah saya dapatkan sejauh ini, tapi saya jauh lebih bersyukur dengan apa yang tidak dan mungkin belum saya miliki.

Saya pernah bertemu mantan (ecieee) beberapa tahun yang lalu, and i just told him “i thank God, for giving me a kindhearted husband dan lebih bersyukur lagi karna dia bukan kamu”

Bersyukur untuk hal yang tidak dan belum saya miliki…

 

25036354_134528837240372_8901639442620481536_n
Langit Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s