Persiapan berangkat ke Jepang

Bikin Pasppor

Karna ke Jepang ini adalah perjalanan ke luar negeri pertama kami, maka baru di tahun 2017 lah kami membuat passpor. hahahha… maklum ya duitnya baru cukup sekarang, kemarin-kemarin suka habis sama hal-hal yang tidak berguna.

Nah untuk membuat passpor, kami harus menyiapkan berkas seperti ; KTP yang sudah elektronik, Kartu Keluarga, Buku Nikah dan Akte Kelahiran. oh iya  dan tidak lupa pula, Matrei 6000.

Kami membuat paspornya di Kanim Depok karna ada teman kuliah suami yang bisa memangkas waktu kami yang sangat sempit. Kami berangkat dari Jakarta Barat pukul 6 pagi dan sudah bisa kembali lagi ke Jakarta pukul 12 Siang dalam keadaan semuanya sudah beres. Sisa nunggu Passpornya beres 3 hari kedepan. Total yang kami bayarkan adalah 355rb rupiah per passpor. Kebetulan Kanim Depok belum menyediakan passpor dalam bentuk e-pass, jadinya kita cuma pakai passpor biasa dengan isi 48 lembar. Tak mengapa lah ya, yang penting mah passpor jadi. hehehe…

Perlu diingat, ketika passpor sudah di tangan kita, pastikan untuk menjaganya dengan baik ; tidak boleh hilang, robek atau basah. Apabila hal tersebut terjadi, maka kita harus bikin BAP dan urusannya akan lebih panjang ketika kita akan membuat paspor baru lagi.

Beli Tiket

Sebenarnya kami juga rada-rada bingung ya mau naik pesawat apa dan harus berangkat kapan, karna ini adalah perjalanan pertama kami. Awalnya sih mikirnya nanti berangkatnya pas Spring aja di bulan April, tapi pas liat-liat harga tiket ; kayaknya lebih murah pas winter nih tiketnya. Yasudalah… akhirnya kita issued tiket Cathay Pasific lewat Traveloka untuk bulan February.

Untuk tiketnya sendiri, karna menggunakan maskapai Cathay Pasific, otomatis harus transit dulu di Hongkong. Jadi perjalanan kami memakan waktu lebih lama dibanding menggunakan maskapai yang direct ke Jepang.

Pesawat yang direct ke Jepang sebenarnya banyak, ada ANA, JAL atau Garuda Indonesia ; tapi karna kami agak belum mahir urusan pertravelingan makanya kita issued tiket seadanya saja. Tiket ekonomi Cathay Pasific waktu itu harganya 4,9jt PP/orang sedangkan di waktu yang sama tiket ANA malah lebih murah sekitar 3,8jt PP/orang, hanya saja tiket ANA ini waktunya tidak ada yang cocok dengan jadwal libur suami. Jadilah kita berangkat dengan Cathay Pasific.

Bikin Itinerary

Itinerary ini penting, berhubung kami berangkat mandiri alias tanpa tour guide. Jauh jauh hari saya sudah googling segala macam jenis transportasi dan apa saja yang sebaiknya tidak kami lewatkan selama di Jepang.

Itinerary ini juga dibutuhkan loh pada saat pengajuan visa, tapi ada baiknya pada saat ngajuin visa itinerarty kita cukup berputar-putar di satu prefecture aja supaya visanya lebih mudah untuk diapprove heheheheh

Untuk mendapatkan informasi yang lengkan dan akurat, saya join di salah satu group travelling di FB. Selain itu saya juga rajin ngegoogling pengalaman-pengalaman orang yang pernah berkunjung ke Jepang. Daaaaannn… saya selalu pantengin link ini dan  ini

Bikin Visa

Yeay, Passpor sudah oke, Tiket udah issued… sekarang waktunya bikin Visa. Bulan Februari kemarin Kedutaan Jepang di Jakarta masih menerima proses pembuatan visa, nah untuk saat ini, pembuatan Visa Jepang dialihkan ke VFS Global di Kuningan City. Berhubung Paspor saya buka e-passpor jadi saya harus mengajukan visa reguler yang syaratnya harus menyetorkan slip tabungan suami selama 3 bulan yang saldonya minimal 50juta untuk dua pemohon visa. Saya juga kurang paham sih sebenarnya, apakah nominal ini ada standarnya ataukah hanya formalitas belaka ya? intinya nominal isi tabungan ada pengaruhnya dalam proses approval visa kita. Banyak yang bilang sih, jumlah tabungan harus sesuai dengan biaya hidup per hari kita disana. Misalkan kita mau berkunjung selama 10 hari, maka jumlah tabungan per orang minimal harus 15jt rupiah dengan estimasi biaya hidup sehari adalah 1,5jt rupiah.

Setelah mengantri dan menyetorkan semua berkas dan passpor, saya diberi slip pengambilan yang dituliskan bahwa saya boleh datang kembali 3 hari kemudian mulai dari pukul 13:00 dan pembayarannya nanti dilakukan pada saat visa sudah approved.

3 hari kemudian, waktu itu hari Kamis, saya datang kembali ke Kedutaan Jepang dengan sedikit deg-degan takut visanya ditolak hahaha… untuk biaya visa waktu itu kalau ga salah masih 220rb/orang (alhamdulillah masih murah hahaha). Tapi untuk pengajuan yang sekarang di VFS Global kayaknya dikenakan biaya administrasi sebanyak 150rb. Well itu untuk visa Paspor biasa ya, kalau e-passpor bebas biaya visa kecuali diharuskan bayar biaya administrasi di VFS Global.

 

Booking penginapan di air bnb

Di Osaka, kami nginap di apartemen salah satu teman saya yang sudah menetap di Jepang selama hampir 8 tahun. Kami hanya memesan airbnb untuk menginap 3 hari 2 malam di Tokyo. Kenapa air bnb? selain sedikit lumayan affordable, kami juga ingin merasakan living like a local secara mandiri. Mengurus rumah sendiri dsb.

Kami sama sekali tidak ketemu sama yang punya apartemen, pemiliknya hanya menuntun kami lewat messanger airbnb. Tentang letak, jalur kereta dan cara membuka pintunya. hehhee… sedikit ribet sih memang, tapi kami malah lebih menikmati berkelana seperti ini dibanding harus dilayani dan diantar ke kamar layaknya pengunjung hotel.

Kami hanya membayar sekitar 750ribu untuk 3 hari 2 malam di Tokyo, dengan toilet yang menurut saya sangat Indonesiawi hahahha… pasalnya di Jepang, closetnya kadang cuma disediakan tissue tanpa air bilas. Jadi berasa surga banget kalau nemu toilet yang closetnya ada airnya wkwkwkkw…

Selain Closet, kamar kami disediakan dapur mini dan alat masak (tapi ini ga pernah kami gunakan), disediakan wi fi router juga, tv, futon untuk kasur tidur tambahan dan tentunya satu kasur ukuran sedang yang sudah dialasi dipan. Nah yang paling utama ketika berlibur dikala winter adalah pastikan kamar yang kita sewa memiliki heater, karna untuk manusia tropis macam saya yang juga kadang-kadang maag nya kambuh, saya paling ga tahan udara yang terlalu dingin.

Beli tiket-tiketan yang akan digunakan selama di Jepang

Tiket yang saya sediakan sebelum berangkat adalah tiket bus dari Osaka ke Tokyo PP!

Demi meminimalisir biaya transportasi dan penginapan, kami tidak menggunakan JR Pass selama di Jepang. Kami memnggunakan bis malam yang berangkat dari Osaka pukul 11 malam dan tiba di Tokyo pukul 7.30 pagi. hahaha… lumayan menghemat biaya penginapan untuk 1 malam kan? begitu pun ketika kembali ke Osaka. Saya dan suami berangkat dari Tokyo pukul 09.00 malam dan tiba di Osaka pukul 6.00 pagi.

Bus yang kami gunakan adalah Sakura Bus, yang waktu itu biayanya hanya 2.300 yen per orang dari Osaka menuju Tokyo. Sayangnya ketika kembali ke Osaka, harga tiket busnya melonjak dua kali lipat, eh malah lebih… sekitar 5.600 yen. huaaa….

Tiket yang selanjutnya saya beli adalah Kansai Thru Pass senilai 4.000 yen/orang dan Tokyo Wide Pass senilai 10.000yen/orang

Sewa Wifi Router

Wi fi router ini kami gunakan hanya ketika kami di Osaka selama 4 hari. Biaya per harinya sekitar 450yen dan kebetulan dipesenin sama teman yang tinggal di Osaka. Penggunaan wifi router ini bagi kami sangat tidak efektif, karna selain membutuhkan daya yang lumayan banyak untuk mengisi routernya tiap saat, kami juga tidak bisa berjauh-jauhan supaya tetap dalam jangkauan wifi router tersebut.

Mungkin ada baiknya, kita menggunakan provider dari Indonesia yang sudah berkerja sama dengan provider di Jepang seperti Telkomsel yang sudah teintegrasi dengan Docomo. Dulu sih masih ada XL Pass, tapi entah kenapa ; XL Pass sekarang sudah tidak bisa digunakan di Jepang.

Download aplikasi Hyperdia

Nah selain menggunakan Google Maps, kami juga mnggunakan Hyperdia untuk mengetahui jadwal keberangkatan dan jalur kereta di Jepang. Awalnya sempat ga yakin bakal bisa menjelajah Jepang tanpa guide, tapi ternyata jalur kereta di Jepang bagi kami tidaklah begitu rumit. Sempat nyasar juga sih sekali-sekali, tapi it was fun and fine kok.

Saran saya untuk yang akan ke Jepang, aplikasi ini sangat membantu loh… daripada harus sewa guide mahal mahal sih ya? ehhehehheh

Beli perlengkapan winter

Orang tropis ke negara yang bersalju… huaaa… hahahhaa… suka rada-rada udik emang ya. Saya sih pertama kali ketemu salju, kayak yang pengen makan aja semua salju yang jatuh ke lapang wkwkwkkw… sisa nambahin sirop sama peyeum itu mah hahaha.

Sebelum berangkat, saya beli sepatu boot dulu meskipun nyampe sana ga tahan juga ga beli boot lagi hahaha. Di Jepang suka banyak yang sale kalau lagi winter, sepatu boot yang saya beli di Jepang harganya hanya sekitar 2800 yen ; jauh lebih murah ketimbang harus beli di Indonesia. Selain sepatu boot, saya beli jaket winter, kaos kaki, syal dan kaos tangan. Kemarin sih beli kaos tangannya di sini, tapi pas di belanja di Namba ; kaos tangannya hilang, jadinya beli lagi sebelum berangkat ke Kobe.

Olahraga

Sebelum berangkat, saya pastikan dulu kami berdua dalam kondisi sehat wal afiat. Rugi dong udah beli tiket mahal-mahal, eh pas berangkat malah sakit. Perjalanan ini juga adalah perjalanan panjang pertama kami, jadi otomatis persiapan fisiknya emang total kami siapkan. Belum lagi perubahan cuaca yang ekstrim dari yang panas ke dingin… biasanya di Jakarta suhunya 30 dercel keatas, kali ini harus beradaptasi dengan cuaca 5 atau bahkan minus dercel.

Olahraganya sih ga rutin hahaha, tapi minimal jalan kaki dan workout yang ringan-ringan udah lumayan sangat membantu fisik kami selama di Jepang.

Beli obat-obatan dan vitamin

Saya adalah type wanita yang concern banget sama kesehatan keluarga beda tipis sama irit ga mau ngabisin duitnya buat ke dokter. Jadi sebelum berangkat saya sudah siapin obat-obatan dasar seperti anti nyeri, obat batuk, perlengkapan luka, minyak kayu putih, pelembab bibir dan vitamin-vitamin lainnya seperti imboost force dan vitamin C.

Karna agak phobia naik pesawat, saya juga sediain antimo supaya saya bisa tidur pulas selama terbang berjam-jam hahahha… maklum biasanya cuma terbang paling lama 2 jam.

 

Mungkin itu aja ya kayaknya, kalau ada yang kurang lengkap, bisa tinggalkan komen di bawah, saya akan senang hati menjawab hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s