How it feels to be a jobless housewife?

Saya adalah wanita yang sebelum menikah adalah seseorang yang sangat aktif. Sekolah sambil bekerja, bekerja sambil main, main pun kadang sampai lupa waktu. Saya jarang di rumah sejak duduk di bangku SMP. hahahhaha…

Setelah menikah, saya memilih untuk diam di rumah : menyiapkan bekal suami ke kantor, menyiapkan pakaiannya, mengantar suami sampai ke pintu di pagi hari, memastikan rumah tetap bersih, memasak untuk makan malam suami dan dengan sangat bahagia menanti suami pulang bekerja seharian. Saya selalu hapal cara dia mengerem kendaraannya di depan pintu pagar, saya bisa menebak kalau itu dia dari suara mesin mobilnya yang dilepas gasnya secara tiba-tiba dan saya selalu bisa menebak kedatangannya dari suara langkah kakinya yang diseret  melewati koridor flat kami yang mungil di Jakarta. Dia selalu pulang tergesa-gesa, tak pernah sabar ingin sampai ke rumah, tak pernah betah di luar.

 

IMG_0184
Menjelang ujian proposal thesis, 2016

Tahun ini adalah tahun ke-enam saya total menjadi jobless housewife, meskipun dalam perjalanannya saya tetap (kadang sih) menghasilkan sedikit uang untuk kami hidup. Saya mencoba segala jenis bisnis, sayangnya karna tidak dijalankan secara konsisten ; bisnis yang saya jalani pun kesannya maju mundur cantik hakhakhak…

Saya lulusan magister ilmu hukum dari sebuah kampus swasta yang cukup ternama di Bandung, tak cumlaude memang tapi saya lulus dengan nilai yang memuaskan. Kelulusan ini menjadi pencapaian tertinggi saya sebagai pelajar di usia yang ke 30 tahun. Udah tua banget ya? hahahaa… Semoga masih diberi rejeki dan kesempatan untuk sekolah lagi. aamiin!

Banyak yang menyayangkan, seorang lulusan S2 seperti saya hanya berakhir di rumah sebagai ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan ; termasuk kedua orang tua saya, dan kedua orang tua suami saya. But how can i say? i really love being a housewife!

Being a jobless housewife for 6 years and still counting!

Saya juga kadang tak percaya, “hah, bisa ya kamu Na diam di rumah?” hahaha… “kamu kan bukan type anak rumahan dari orok bo”. Dulu, jaman masih bau kencur hahaha… saya kekeuh pengen jadi wanita karir beken buahahaha.

 

DSC01561

Laki laki yang menikahi saya tidak lebih keras dari watak saya, tidak lebih galak pula dari saya (ho oh saya galak abis cyn). Tapi entah kenapa saya mau-maunya nurut ketika dia minta saya nunggu dia aja di rumah, tak perlulah saya repot-repot bantuin dia nyari duit. hahahahaha

So far saya senang, saya bahagia dan saya tidak pernah sedikitpun menyeseli keputusan saya untuk total mendampingi suami ; menjadikannya wadah bagi saya untuk memilih pintu surga manapun yang saya inginkan untuk saya ketuk.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.”
(HR Bukhari Muslim)

Saya selalu yakin bahwa Tuhan adalah sebaik-baik penentu kehidupan, Tuhan bekerja dengan sangat sempurna dan tidak pernah salah. Dan saya selalu bersyukur untuk semua ini! once again, i really love being a housewife.

6-Reasons-Why-Youre-Not-Doing-What-Actually-Makes-You-Happy

Untuk ibu ibu yang sama sama berjuang di jalan Allah dari rumah, mari kita sama sama berdoa semoga kita selalu istiqomah merawat rumah tangga kita sampai akhirat, semoga Allah selalu melindungi rumah tangga kita dari orang orang yang berniat jahat. *shakehand*

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s