Taman Kota Babakan Siliwangi Bandung.

Taman Kota Babakan Siliwangi (biasanya disingkat Baksil) adalah hutan kota yang merupakan ruang terbuka hijau yang terletak di tengah kota Bandung.  Ruang terbuka hijau ini mampu menghasilkan oksigen dan pemandangan yang indah dengan deretan pohon pohon yang bisa dijadikan tempat aktifitas atau refreshing bagi keluarga.

Lanjutan pembangunan jalur pedestrian ini yang semula hanya 600 m diperpanjang menjadi 2,3 km pada bulan September 2017 kemarin dan menelan biaya sebesar Rp 11 M.

DSC08039

Taman Kota yang sekaligus sebagai Ruang Terbuka Hijau di Bandung ini berlokasi di Jalan Siliwangi No 7 Lebak Siliwangi, Coblong, Kota Bandung Jawa Barat Indonesia, sebuah tempat yang berada di kawasan jalan Taman Sari.

DSC08044

Forest Walk ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana udara yang bersih di kota Bandung. Lagipula, tidak dikenakan biaya sama sekali untuk menikmati tempat ini, cukup bayar parkir dan beli minum kalau haus. hehehe…

DSC08034DSC08030DSC07993DSC07973DSC08008DSC07968DSC07991

Selain sebagai jalur pedestrian dengan panjang kurang lebih 2,3 km, forest walk ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk foto foto. Banyak yang bawa kamera gede-gede kesini. hehhee… oh iya, tempat ini juga sekarang jadi tempat hunian bagi beberapa ekor tupai, kalau beruntung kalian akan ketemu dengan tupai yang meloncat lincah diantara pohon-pohon.

Skyline Best View Resto, Bukit Pakar Dago.

Dago Pakar Timur memang sudah bukan tempat yang asing lagi dengan cafe-cafe atau resto middle up yang menjadikan pemandangan alam sebagai nilai jual  yang lebih. Sebut saja Sierra, Chocorico, Lisung, The Valley dan Takigawa yang sudah lebih dulu hadir sebagai restoran yang menyuguhkan view yang luar biasa dan tempat yang cozy untuk duduk menghabiskan waktu berasama pasangan dan keluarga. Well. bagi saya ; semua tempat ini konsepnya tidak jauh berbeda. hehehe…

Nah, beberapa bulan yang lalu berseliweran foto- foto tempat ini di Instagram (korban IG banget saya ya hahaha), karna penasaran ; seberes makan di Bebek Ali Boromeus, saya dan suami berangkat ke tempat ini, heum dalam keadaan perut sangat penuh dengan 3 porsi bebek yang kami habiskan berdua. ooopsss…

Skyline ini letaknya sejajar dengan resto pendahulunya (Sieraa dkk)  dan letaknya paling ujung tepat di depan Kopi Ireng. Setibanya kami di Skyline Resto, kami langsung menuju ke lantai 3 yang heum seperti yang kami duga ; konsepnya hampir sama seperti cafe dan resto sebelumnya hehehe…

Restoran ini terdiri dari 4 lantai, dimana lantai 1 adalah Parkiran, lantai 2 adalah hall yang digunakan untuk acara dan lantai 3 adalah restoran semi outdoor. Tenang, dari lantai 1 ke lantai 3 disediakan lift kok hahha… tapi untuk menuju lantai rooftoop di lantai 4 kita harus menggunakan tangga.

DSC08095

Setelah dapat kursi di lantai 3 kami dipersilahkan menuju ke rooftop khusus buat foto-foto. Rooftoop ini tidak untuk nongkrong ya, tapi disediakan khusus hanya untuk mengambil gambar.

DSC08049DSC08072

DSC08064

Restoran yang baru buka akhir tahun 2017 kemarin menyediakan menu yang dominan kebarat-baratan alias western food seperti pizza, pasta dkk ; bisa liat menu dan harganya di gambar yang tak beraturan di bawah ini heuheu.

Karna kebetulan sudah agak sore dan kami sudah sangat kenyang dengan Bebek Boromeus jadi kami tak duduk lama. Saya memesan minuman semacam Oreo Shake dan suami memesan Machiato. Kebetulan kursi yang di pinggir merupakan kursi panas ; dimana semua orang berebutan untuk duduk di posisi ini dan demi keadilan sosial bagi rakyat Indonesia jadi kayaknya tidak begitu adil kalau kami duduk lebih lama heehheee…

DSC08130

Untuk dapat the best view dan kesan romatis, posisi duduk ini memang adalah posisi yang paling pas, tapi yang paling tidak pernah kosong juga. Bahkan untuk duduk disini, kita harus reservasi terlebih dahulu sebelum masuk. Heum…

Sebenarnya tak masalah mau duduk di sisi mana, yang paling penting adalah siapa yang duduk dan tetap tinggal di sisi kita. Yang lebih masalah lagi kalau datangnya kosong alias sendirian hahaha…

 

DSC08101DSC08098DSC08099

Menjelang malam, setiap meja diberi lilin untuk menambah kesan romantis buat pengunjung. Penerangannya memang sengaja dibuat agak remang-remang, sekali lagi ; hampir sama seperti restoran-restoran pendahulunya. hehehe…

DSC08140

Skyline Best View Resto,

Jl. Bukit Pakar Timur No. 108, Dago Atas, Bandung

No. Telp 022 20455666

Javan Steak ; kuliner Bandung yang tak terkikis jaman

Entah sejak kapan Steak ini hadir di kota Bandung, tapi katanya dulu warung steak ini awalnya cuma pakai gerobak di depan Apotek Kimia Farma Dago. Saya dan suami juga baru menemukan tempat ini di tahun 2009, di awal-awal kami pacaran hehehhe…

Tempatnya juga rada-rada nyempil dan terkesan invisible, mungkin karna warung ini hanya menyewa satu lorong yang bisa disebut garasi dari bangunan cafe di sebelahnya. Meskipun begitu, tempat ini tidak pernah sepi oleh pengunjung, kadang kala kami harus antri terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat duduk ; belum lagi antri untuk mendapatkan pesanan yang kami inginkan. So, disarankan untuk meluangkan waktu yang lebih kalau mau makan disini. Javan Steak hanya buka dari pukul 05:00 sore yaa…

DSC08145

Apapun makanannya minumnya pasti teh manis, hahah… sunda pisan pokokna mah. Tiap kali kami kesini, saya dan suami kalau ga mesen Mexican ya Jager ; jarang digonta ganti.

DSC08146DSC08157

Side Dish nya bisa dipilih antara kentang goreng atau spaghetty, tapi kalau saya sih tetep lebih milih kentang goreng.

 

Ekpektasi kalian jangan terlalu tinggi ketika kesini, warung ini memang hanya warung makan biasa, rasa steaknya juga standar, tapi dijamin kalian akan kangen lagi untuk balik kesini ; selain karna harganya murah, rasanya juga tidak terlalu mengecewakan. Untuk kuliner, tempat ini adalah salah satu yang wajib saya kunjungi ketika berkunjung ke Bandung.

DSC08141

Javan Steak, Jl Sulanjana No 9 Bandung buka setiap hari dari pukul 05:00 Sore.

Orchid Forest Lembang

Setelah 2 bulan yang rasanya seperti bertahun tahun tak ke Bandung, akhirnyaa… bulan ini suami bolos kerja lagi sehari demi nemenin saya ke Bandung hahaha… *a day off wont hurt* 

Kali ini kita mengunjungi Orchid Forest Cikole di Lembang gara-gara liat foto ponakan yang beberapa hari yang lalu gathering di sana sama ibu-ibu komplek heu. Berangkat ke Bandung kali ini memang sengaja buat liburan pendek gara-gara dua bulan ini suami sibuk transfer knowledge di kantor yang ditinggalkan dan agak sedikit riweuh beradaptasi sama kantor lama yang langsung live di klien.

Jam 7 pagi kita sudah berangkat ke Lembang demi menghindari macet, dan benar saja beberapa meter sebelum Farm House, kendaraan sudah mengantri panjang.

Kurang dari pukul 10, saya dan suami sudah tiba di Orchid Forest yang ternyata letaknya pas di samping Grafika Cikole. Jarak dari jalan utama ke Orchid Forest ini kira-kira kurang lebih 700 m dan dibagi dengan beberapa gate entry. Tarifnya sendiri saya rasa agak sedikit mahal dengan fasilitas yang belum begitu banyak, 30 ribu / orang dan parkir 5rb untuk kendaraan roda 4.

DSC08162

Orchid Forest ini berada di lahan 14 hektar yang ditumbuhi oleh hutan pinus dan terdapat koleksi 157 anggrek langka dari seluruh dunia. Pengunjung bisa belajar budidaya Anggrek sekaligus membeli anggrek di tempat ini.

DSC08174IMG20180128105721IMG20180128105436IMG20180128105323

Pengunjung bisa kemping di area camping ground dengan biaya Rp.450 ribu dengan kapasitas tenda untuk 4 orang. Sedangkan tenda dengan kapasitas 9 orang di kenakan biaya Rp.950 ribu permalamnya sudah termasuk fasilitas breakfast, api unggun dan jagung bakar.

IMG20180128110804

Selain itu banyak spot foto yang menarik dan instagramable bagi pengunjung yang aktif banget di social media ahahhaha… oh iya, untuk keperluan pemotretan produk atau prewedding, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp.500rb hihihi… mahal ya cyn?

Tak perlu khawatir ketika kelaparan, apalagi cuaca dingin di tempat ini memang lebih mudah menstimulasi rasa lapar dibanding rasa kangen #eh, pengunjung bisa memilih mau makan di kantin atau di cafe ; keduanya menyediakan makanan dan minuman yang beraneka ragam , yang dijamin bisa menghangatkan badan yang kesepian err maksudnya kedinginan -__-‘

IMG20180128111342

Ternyata, 30ribu itu belum termasuk jembatan gantung ini hahah… jadi untuk berfoto di jembatan gantung, pengunjung diwajibkan membayar sebesar Rp15rb dan gratis naik flying fox. Halaahh… kirainnn hahahhaa… padahal spot foto paling kece tuh di jembatan ini.

IMG20180128111614

Di hari kami datang, cuaca sedang mendung dan angin berhembus kencang, beberapa jam kemudian hujan turun deras. Agak sulit mendapat gambar dengan pencahayaan yang cukup. Selain karna areanya luas, jalannya juga agak naik turun ; jadi disarankan untuk menggunakan alas kaki yang nyaman untuk jalan.

DSC08244DSC08177DSC08205

Orchid Forest yang letaknya di Jl. Tangkuban Perahu Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat ini buka dari pukul 08:00-17:00 WIB.